Changing Media Value Chain

Pasar Baru, Dunia Baru, dan Model Baru 

    Industri media menggabungkan kreatifitas dan teknologi untuk menghasilkan konten yang menyentuh hati dan pikiran orang banyak. Nilai eksperimental untuk konsumen kemudian dirubah menjadi nilai ekonomi untuk organisasi media yang membuat dan menyebarkan konten. Teknologi membawa pengaruh penting dalam perubahan nilai tersebut. Saat ini, banyak teknologi yang telah berubah menjadi digital yang artinya mempengaruhi transformasi nilai bagi organisasi media sendiri. 

    Teknologi yang telah berkembang saat ini mempercepat segala proses komunikasi serta membuat pemasaran sebuah konten menjadi lebih efisien. Perubahan yang terjadi ini membuat perusahaan media dapat berkontribusi dalam pasar yang lebih beragam. Teknologi baru artinya pasar baru yang lebih luas dan beragam serta model transformasi yang baru serta berbeda dari sebelumnya

Rantai Nilai Digital 

    Nilai adalah hubungan antara kepentingan, kelayakan dan manfaat dari sesuatu. Dalam bisnis, nilai berarti nilai ekonomi yang berarti berapa banyak orang mau membayar untuk properti, produk dan layanan yang diberikan. Nilai dari produk atau layanan suatu perusahaan ditentukan dari kerelaan konsumen untuk menbayar. 

    Bagaimana perusahaan bisa meningkatkan nilai ekonomis dari penawaran merekauntuk konsumen ialah dengan metode yang dikeluarkan oleh buku Michael Porter 1985, Kompetitif Keuntungan: Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggulan. Porter menciptakan istilah rantai nilai untuk menggambarkan serangkaian aktivitas umum yang dilakukan oleh sebuah organisasi untuk menciptakan dan menambahkan nilai. Alat dasar untuk memahami peran teknologi dalam keunggulan kompetitif adalah rantai nilai. Sebuah perusahaan media, sebagai suatu kumpulan aktivitas-aktivitas, adalah juga kumpulan teknologi-teknologi. Teknologi itu melekat di dalam setiap aktivitas nilai (value activity) di dalam sebuah perusahaan media. Perubahan teknologi bisa dibilang dapat mempengaruhi kompetisi melalui dampaknya terhadap setiap aktivitas. 

    Rantai nilai diciptakan untuk mendeskripsikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan suatu organisasi untuk menciptakan dan menambah nilai. Dalam industri media rantai nilai konten mencakup tingkat berikut: development (pengembangan), preproduction (praproduksi), production (produksi), postproduction (pascaproduksi), marketing (pemasaran), dan content delivery (pengiriman konten). 

    Untuk mengerti rantai nilai digital ini, dapat kita lihat dari berapa banyak nilai yang ditambahkan oleh studio film pada DVD kosong. Produk akhirnya bila dijual secara eceran bisa berharga $15 atau bahkan lebih. Bila dijual ketika sale akan berkisar pada harga $5 – $10, sedangkan harga DVD kosong tidak lebih dari $1. Studio film mengembangkan dan memproduksi gambar bergerak(video/animasi), memasarkannya dan mereplikanya dalam bentuk DVD. dalam proses ini, puluhan bisnis baik kecil maupun besar, termasuk didalamnya para artis dan teknisi terlatih, melakukan tugas yang kemudian menambahkan nilai pada produk akhir. Semua kegiatan tersebut meningkatkan nilai dari sebuah DVD sebanyak 30 kali. Salah satu sisi dari pasar terdiri dari konsumen media. Dalam rantai nilai ini, media diciptakan, dipasarkan, dan dikirim secara fisik dan elektronik kepada konsumen. Orang kemudian membayar media tersebut agar bisa mereka konsumsi. Namun, ketika berbicara mengenai televisi dan radio, konsumen tidak membayar. Jadi, perusahaan media berbalik kepada sisi kedua dari pasar, yaitu pengiklanan. 

Rantai Nilai yang Berubah 

    Inovasi teknologi merupakan sumber utama perubahan rantai nilai media, alam berbagai sektor industri, keadaan tidak sesederhana sebelumnya. Pernyataan tersebut tepat bagi para produsen di Indonesia. Pekerja terlatih menghabiskan waktu mereka untuk memperoleh keterampilan khusus untuk mengoperasikan alat-alat yang dibutuhkan untuk video dan audio. Negara seperti Cina, Vietnam, dan Filipina pesat meningkatkan produktivitas dan efisiensi mereka. 

    Rantai nilai media adalah distribusi. Distribusi berubah dari produksi yang hampir tidak terlihat menjadi kunci bagi perusahaan untuk melipat gandakan keuntungan persaingan melalui penambahan nilai dari mereka kepada konsumen. pengecer besar di Eropa melaporkan perubahan mendasar pada sifat keinginan konsumen. Daripada sama dengan orang lain, masyarakat ingin memiliki sesuatu yang berbeda. 

    Perubahan dalam distribusi akan meningkat dan mengurangi biaya. Pengambilan dan distribusi melalui jaringan digital mengurangi estimasi biaya, karena jauh lebih murah mengirim bit secara digital daripada ke jasa pengiriman. Dalam beberapa kejadian, bahkan mungkin hampir tidak berbayar, seperti halnya laporan dan artikel, yang bisa dikirim via email. Namun, distribusi digital juga meningkatkan beberapa biaya, termasuk ketika ingin melakukan transcoding konten ke dalam berbagai format.

    Jumlah pemasok yang banyak berakibat tehadap pembeli yang sensitif dengan harga. Para pelanggan akan mencari harga terbaik dan meminta semua produsen memberikan harga yang terbaik.

    Mesin-mesin produksi harus memungkinkan dilakukannya proses produksi fleksibel dan harus memiliki fitur yang memungkinkan dilakukannya peningkatan di masa depan. Lihat pada fleksibilitas, peningkatan, dan masa depan akan membantu industri industri di Indonesia meraih kesuksesan di tengah-tengah perubahan dan persaingan. Kekuasaan konsumen atas transaksi: konsumen memilih sendiri terjadi ketika ada banyak pilihan konten dan platform justru menyulitkan dan membingungkan untuk memilih. Hak pemegang hak cipta atas kontrol atas konten, karena kemudahan copy paste membuat pemilik hak cipta tak terlindungi. Disintermediasi hilangnya peran media atau iddlemen. Orang akan cenderung berkomunikasi secara langsung, sehinga media atau perantara menjadi hilang perannya.

Inovasi Yang Mengganggu 

   Segala sesuatu yang terjadi pada nilai rantai media disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi, dengan adanya kemajuan teknologi ini ada yang menguntungkan dan juga ada yang mengganggu proses bisnis yang seharusnya stabil. Karena dengan adanya suatu inovasi dari kemajuan teknologi ini dapat membuat perencaan yang sebelumnya sudah ada menjadi lebih sulit dan akan berdampak pada banyak kegiatan. 

    Dalam dunia bisnis, ketika perusahaan memiliki produk yang sukses tentu dia memiliki harga yang relatif tinggi tetapi disatu sisi mereka juga menawarkan kinerja yang tinggi pula. Adapula perusahaan yang menawarkan harga rendah dengan kualitas yang rendah pula. Pada perusahaan yang memiliki harga relatif tinggi dan kinerja yang tinggi, mereka mengikuti apa yang diinginkan oleh pasar dan mempertahankan kualitasnya. 

    Misalnya saja youtube, dalam satu dekade youtube sama saja dengan video web biasa yang dimana bisa dilakukan tetapi tidak mudah dan tidak mahal. Dengan adanya suatu inovasi yang mengganggu kini video yang ada di youtube dapat ditempatkan dalam hitungan menit, yang dimana dapat dilihat kinerja video internet dari pixel yang rendah sampai yang paling tinggi. Namun, dengan adanya inovasi yang masuk dalam youtube tersebut bahwa hal ini dapat mematikan indutri televisi tanpa mereka sadari dan adanya persaingan dalam industri musik. Kinerja youtube meningkat ( harga masih nol) dan jaringan televisi juga ikut-ikutan dan membuat kontrak dengan youtube. Dan telah dibuktikan pula bahwa saat ini banyak orang dewasa maupun anak muda lebih menyukai video yang ada di youtube dibandingkan dengan televisi. 

    Inovasi yang mengganggu ini dimulai dari hal kecil yang jauh dibawah harga atau performa yang sudah ada, kemudian meningkat dan mampu memenuhi penggunaan yang lebih menuntut. Yang dimana mereka meningkatkan kinerja, sifat inovatif dari produk yang mereka hasilkan untuk menjaga harga di bawah produk incumbent. 

   Inovasi yang seperti dapat mengganggu dan merupaka tantangan bagi perusahaan karena mengganggu aktivitas rantai nilai mereka, dan ujung-ujungnya berimbas pasa pendapatan mereka. Karena saat inovasi meningkat dan mulai menggangu pasar mereka tentu pertahanan harus merespons apa yang diinginkan khalayak. Inovasi ini tentu sangat mempengaruhi rantai nilai mereka bahkan berbahaya bagi suatu perusahaan. 

Industri Menanggapi Tantangan Teknologi: Sistem Rantai Nilai 

    Seiring berkembangnya kemajuan zaman khususnya dalam sektor teknologi, membuat persaingan di pasar global menjadi lebih ketat atau bahkan bisa dikatakan menjadi sangat ketat, selain itu uang yang mengalir dalam pasar global ini pun tambah lama menjadi bertambah besar, sehingga hal ini memaksa perusahaan-perusahaan untuk berkembang dengan cara apapun baik itu bergabung atau bersekutu dengan perusahaan lain atau cara apapun. Entah itu merger dan akuisisi, aliansi, ataupun kemitraan, perusahaan-perusahaan harus memulai beradaptasi dengan lingkungan yang baru ini, mereka harus bisa mengimbangi perubahan zaman ini. Cara ini dianggap menjadi salah satu cara paling efektif bagi perusahaan-perusahaan tersebut dalam menanggapi atau mengatasi perubahan ini. 

    Dengan bergabung atau bersekutu dengan perusahaan lain, suatu perusahaan bisa mendapatkan atau menambah kontrol kekuasaannya di pasar, sehingga dapat dikatakan bahwa bergabung atau bersekutu ini merupakan penciptaan suatu sinergi antar perusahaan dengan maksud untuk mencapai tujuan tiap perusahaan itu sendiri bersama-sama. Saat perusahaan-perusahaan ini telah bergabung atau bersekutu, hal-hal yang terpengaruhi (seperti pemasok danvendor, saluran distribusi, dan pelanggan) oleh hubungan inilah yang dinamakan sistem rantai nilai. 

    Bersatunya atau bergabungnya perusahaan ini banyak terjadi pada tahun 1990-an, dilansir dari Wall Street Journal, pada paruh awal 1995, ada 649 transaksi yang terjadi, dan transaksi tersebut hanya pada sektor teknologi informasi saja

Kelompok 5 Manajemen Media Penyiaran

- Defa Septhya Amanda ( 07031281924235 )

- Degi Ibnu Budiman ( 07031281924065 )

- Muhammad Alhafidz ( 07031281924070 )

- Puput Fitri Yanti ( 07031181924243 )

- Maya Novianti ( 07031281924056 )

Komentar